Amerika Serikat telah menyediakan lebih banyak dana dan rencana baru untuk melawan perdagangan manusia di Asia Tenggara menyusul Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur yang baru berlangsung.
"Untuk mendukung fokus yang lebih kuat pada perdagangan manusia ini dan tantangan migrasi yang tidak tentu, Presiden Barack Obama mengumumkan rencana lima tahun USAID yang luas,” kata pejabat Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.
Rencana itu akan menyediakan US$12 juta dalam tahun pertama untuk melindungi dan membantu para korban perdagangan manusia -- sebuah isu yang menurut para pakar dan dan petugas bantuan sering diabaikan karena pemerintah memusatkan perhatian pada bidang penuntutan.
Matthew Smith, pendiri organisasi hak asasi manusia Fortify Rights, mengatakan Thailand khususnya tidak mempunyai kebijakan yang menjamin perlindungan bagi korban.
"Thailand terus menahan para korban, pengungsi, laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Ini merupakan masalah. Jika pengungsi tidak dilindungi maka risiko perdagangan manusia meningkat," kata Smith kepada VOA. "Masyarakat madani harus dikenai sanksi. Ini masalah besar."
Smith mengatakan yakin peningkatan sumber daya dan pendanaan di wilayah ini akan mendukung organisasi-organisasi yang dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah mereka.
"Selama sumber daya memberikan kontribusi untuk itu, kami percaya hal itu akan mempunyai dampak positif pada kebijakan di Thailand," katanya.
"Ini merupakan langkah positif pemerintahan Obama untuk mengusahakan lebih banyak sumber daya untuk melawan perdagangan manusia”. [sp/isa]















![Berbicara hari Senin (8/5) pada konferensi mengenai keamanan dan keadilan di Den Haag, Zeid Ra'ad al-Hussein mengatakan bahwa ketergantungan mereka pada "kebenaran yang separuh-separuh dan terlalu menggampangkan persoalan" merupakan taktik komunikasi yang digunakan oleh kelompok ekstremis ISIS dalam propagandanya. "Jangan salah, jelas bahwa saya tidak menyamakan tindakan para tokoh nasionalis tersebut dengan ISIS yang jahat, memuakkan, dan ISIS harus diadili, tetapi dalam modus komunikasinya, penggunaan kebenaran yang setengah-setengah dan penyederhanaan berlebihan, propaganda ISIS menggunakan taktik yang mirip dengan yang digunakan orang-orang populis dan memang keduanya saling memanfaatkan satu sama lain, tidak akan memperluas pengaruhnya tanpa tindakan satu sama lain," ungkap al-Hussein. Zeid Ra'ad al-Hussein mengatakan, "Rumusnya sederhana: membuat orang, yang memang sudah gelisah, merasa sangat tidak enak, dan kemudian menekankan bahwa semua itu karena sebuah kelompok, yang ada di dalam, di luar dan mengancam.” ”Kemudian membuat orang yang diajak bicara merasa enak dengan menawarkan apa yang mereka inginkan, tetapi menjanjikan tindakan yang sangat tidak adil terhadap orang lain," ujar al-Hussein. Al-Hussein mengarahkan komentarnya pada Wilders, yang pada akhir Agustus mengeluarkan manifesto, yang antara lain menyerukan larangan Belanda menerima imigran dari negara-negara Muslim, menutup masjid dan sekolah Islam serta melarang al-Qur’an. Wilders menanggapi pernyataan tersebut dengan menyebut Zeid Ra'ad al-Hussein sebagai idiot dan PBB suatu "badan yang aneh". Al-Hussein menyerukan orang untuk "angkat bicara dengan lantang" dengan mengatakan bahwa kata-kata Wilders kini tidak banyak menarik reaksi, tetapi "akan menciptakan kemarahan di seluruh dunia" satu dasawarsa lalu. Perbandingan terhadap ISIS yang dilakukan Zeid Ra'ad al-Hussein mengenai Wilders dan Trump juga mencakup politisi Perancis, Marine Le Pen, politisi Inggris, Nigel Farage, Viktor Orban dari Hungaria, Norbert Hofer dari Austria, Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico , dan Presiden Ceko, Milos Zeman. [ps/ds]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtfQsDemMGyahnrgT6sC2CvKxk-l5FmuFjOBz7_c-hK6J_Ptvl9o_GFuu9fDdYyiZUiOy6Yy7Ayetr6PY9nw6IWECIN1ueWz_PWHIO7DPgsJX3Sn5VfcuV9IyTuJhNiyMr1PlX88V9Unf3/s400/5041017D-B118-4E71-AA49-6D11BB1D1302_cx0_cy2_cw97_w987_r1_s_r1.jpg)
![9 Pekan Jelang Pilpres AS, Persaingan Trump-Clinton Makin Ketat Jajak pendapat CNN/ORC hari Selasa (9/5) menunjukkan Donald Trump, milyarder real-estat yang untuk pertama kali mencalonkan diri sebagai presiden, unggul tipis atas saingannya dari Partai Demokrat, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton, dengan selisih 45 banding 43 persen. Namun, berbagai jajak pendapat yang disusun oleh realclearpolitics.com menunjukkan Clinton unggul tiga persen. Clinton, yang berupaya menjadi perempuan pertama yang menjadi presiden Amerika, sempat unggul delapan persen atas Trump, yang pernah menjadi pembawa acara realita televisi, tidak lama setelah keduanya dinominasikan sebagai calon presiden dalam konvensi nasional partai Demokrat dan Republik Juli lalu. Tetapi lonjakan dukungan yang didapat keduanya dari konvensi masing-masing partai tampaknya kini menguap. Hasil jajak pendapat di seluruh Amerika menunjukkan di tiap-tiap negara bagian tingkat dukungan bagi keduanya seringkali hampir sama, terutama di sekitar 10 negara bagian yang dianggap medan pertempuran Pemilu di mana hasil pemilihan pada 8 November sulit diprediksi. Pemenang pilpres akan menggantikan Presiden Barack Obama yang habis masa jabatannya Januari tahun depan. Pemilihan presiden Amerika tidak ditentukan oleh suara rakyat secara nasional melainkan oleh dewan pemilih ke-50 negara bagian. Jumlah anggota dewan pemilih tiap negara bagian disesuaikan berdasarkan jumlah penduduk. Jajak pendapat Washington Post/Survey Monkey hari Selasa menunjukkan, jajak pendapat besar-besaran terhadap 74 ribu pemilih terdaftar dalam tiga minggu terakhir Agustus menunjukkan Clinton unggul dalam suara dewan pemilih karena ia menang di negara-negara bagian berpenduduk lebih banyak. Koran the Washington Post mengatakan Clinton, istri mantan Presiden Bill Clinton, unggul empat persen atau lebih atas Trump di 20 negara bagian, menambah sampai 244 dari 270 suara dewan pemilih yang ia perlukan untuk menjadi presiden ke-45 Amerika. Trump juga unggul dengan margin yang sama di 20 negara bagian, tetapi karena mereka umumnya negara bagian berpenduduk sedikit, ia hanya memperoleh tambahan sampai 126 suara dewan pemilih. Harian itu mengatakan, di 10 negara bagian yang tersisa, dengan 168 suara dewan pemilih, tidak seorang pun calon unggul empat persen atau lebih. [ka/ds]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9FgwCg_lxfKoUTeUToBHgW8zcoTPJhdg5zMqkVGXtHY4OSS1zbnuLLwMOjHMF8NmbCNyiUrFNVZo3yfbvajCyMUFPQUGAJ9NFiobN2D07sdQ8pZCl9SiKEh2PFit0EOuDukV3dW3Jmb4i/s400/Trump__Clinton-2.jpg)
