USAID Luncurkan Program untuk Lindungi Korban Perdagangan Manusia

Amerika Serikat telah menyediakan lebih banyak dana dan rencana baru untuk melawan perdagangan manusia di Asia Tenggara menyusul Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur yang baru berlangsung.
"Untuk mendukung fokus yang lebih kuat pada perdagangan manusia ini dan tantangan migrasi yang tidak tentu, Presiden Barack Obama mengumumkan rencana lima tahun USAID yang luas,” kata pejabat Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.
Rencana itu akan menyediakan US$12 juta dalam tahun pertama untuk melindungi dan membantu para korban perdagangan manusia -- sebuah isu yang menurut para pakar dan dan petugas bantuan sering diabaikan karena pemerintah memusatkan perhatian pada bidang penuntutan.
Matthew Smith, pendiri organisasi hak asasi manusia Fortify Rights, mengatakan Thailand khususnya tidak mempunyai kebijakan yang menjamin perlindungan bagi korban.
"Thailand terus menahan para korban, pengungsi, laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Ini merupakan masalah. Jika pengungsi tidak dilindungi maka risiko perdagangan manusia meningkat," kata Smith kepada VOA. "Masyarakat madani harus dikenai sanksi. Ini masalah besar."
Smith mengatakan yakin peningkatan sumber daya dan pendanaan di wilayah ini akan mendukung organisasi-organisasi yang dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah mereka.
"Selama sumber daya memberikan kontribusi untuk itu, kami percaya hal itu akan mempunyai dampak positif pada kebijakan di Thailand," katanya.
"Ini merupakan langkah positif pemerintahan Obama untuk mengusahakan lebih banyak sumber daya untuk melawan perdagangan manusia”. [sp/isa]

Trump Ragu Rusia Berupaya Manipulasi Pemilu AS

Kandidat presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dalam wawancara dengan saluran televisi Rusiameragukan tuduhan bahwa Rusia berusaha memanipulasi pemilihan umum bulan November di Amerika lewat serangan dunia maya.
Wawancara yang disiarkan oleh saluran RT America diadakan satu hari setelah Trump memuji Presiden Russia Vladimir Putin sebagai pemimpin yang lebih kuat dari Presiden AS Barack Obama. Ucapan Trump itu mendapat kecaman dari presiden Obama dan juga tokoh-tokoh partai Republik.
Saingan Trump, Hillary Clinton dari Partai Demokrat telah mengecam Trump selama berminggu-minggu atas kecurigaan adanya hubungan antara rekan-rekan bisnis Trump dengan pengusaha-pengusaha Russia.
Wawancara lewat televisi Rusia itu diadakan oleh tokoh veteran televisi Amerika Larry King, yang memulai wawancaranya dengan mengatakan bahwa ia dan Trump adalah kawan lama sejak puluhan tahun.
Ketika King bertanya pada Trump tentang laporan-laporan yang menuduh bahwa Rusia melakukan peretasan atas kampanye Hillary Clinton, Trump menjawab bahwa ia tidak yakin.
“Saya kira mungkin tidak benar. Saya kira mungkin partai Demokrat yang menyebarkan isu itu. Siapa tahu? Tapi saya kira sangat tidak mungkin," ujarnya.
Putin sendiri telah membantah terlibat dalam serangan-serangan dunia maya itu. Trump juga telah menyatakan keinginannya untuk memperkuat hubungan dengan Rusia, yang dikenai sanksi-sanksi ekonomi oleh Amerika karena mencaplok semenanjung Krimea dan melancarkan agresi terhadap Ukraina.
Saluran TV RT America mulai mengudara tahun 2005, dan merupakan jaringan propaganda milik pemerintah Rusia. Saluran TV itu berkantor di Washington DC dan dikontrol dari Moskow. [isa/s

Sekitar 1,5 Juta Orang Dari Seluruh Dunia Naik Haji Tahun Ini, Kecuali Warga Iran

Lebih dari 1,5 juta Muslim dari seluruh dunia telah tiba di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah haji selama lima hari. Ibadah haji adalah salah satu dari lima rukun Islam, dan semua Muslim yang sehat dan mampu melakukannya diharapkan ikut menjalankan ibadah tersebut setidaknya sekali dalam hidup mereka.
Iran memboikot acara haji tahun ini, antara lain karena alasan keamanan. Dalam ibadah haji tahun lalu, beberapa ratus warga Iran termasuk di antara sedikitnya 2.000 yang tewas terinjak-injak di kota Mina. Iran mengatakan hal itu disebabkan ketidakmampuan Arab dan respon yang buruk dari para pejabat kesehatan dan keselamatan.
Ini bukan pertama kalinya Iran telah memboikot ibadah haji, tetapi yang kali ini terjadi pada saat ketegangan dengan Arab Saudi berada pada titik tertinggi karena konflik di Suriah dan Yaman, dimana Iran dan Arab Saudi mendukung pihak yang bertentangan.
Arab Saudi memutus hubungan dengan Iran bulan Januari lalu, setelah para demonstran membakar Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran menyusul eksekusi terhadap ulama Syiah terkemuka, Syeh Nimr al-Nimr di Arab Saudi.
Dalam beberapa pekan belakangan, retorika antara dua negara terus meningkat. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menantang hak Saudi untuk mengelola tempat-tempat suci Islam dan menuduh keluarga kerajaan Saudi melakukan "pembunuhan" dalam peristiwa tragis tahun lalu. Seorang ulama terkemuka Saudi menanggapi dengan mengatakan para pemimpin Iran "bukan Muslim."
Arab Saudi telah meningkatkan usaha keselamatan dan keamanan untuk menghindari terulangnya bencana seperti tahun lalu. Laporan-laporan berita Arab mengatakan pihak berwenang telah melakukan 1.000 pelatihan keselamatan dan program keamanan dalam beberapa pekan terakhir dan mnenempatkan 26.000 petugas medis, teknis dan lain-lainnya di tempat-tempat ibadah di Mekah, Madinah, Arafah dan Mina, disertai armada lebih dari 175 ambulan.
Para pejabat keamanan telah memasang 1.000 kamera di lokasi-lokasi strategis untuk pemantauan terus menerus. [sp/isa]

Presiden AS Barack Obama : Uji Coba Nuklir Korea Utara Ancaman Genting

Presiden AS Barack Obama mengutuk uji coba nuklir Korea Utara hari Jumat (9/9), menyebutnya "ancaman genting bagi keamanan regional dan perdamaian serta stabilitas internasional."

Dalam sebuah pernyataan dari Gedung Putih, Obama mengatakan ,"tindakan yang mendestabilisasi dan provokatif Korea Utara ini bahkan telah mengucilkan dan mempermiskin rakyatnya karena usaha terus menerus untuk memperoleh senjata nuklir dan kemampuan menggunakan misil balistik."

Sebelum Dewan Keamanan PBB mengadakan konsultasi tertutup Jumat sore, Sekretaris Jenderal Ban Ki-Moon menyampaikan pernyataan keras.

"Saya sangat mengutuk uji coba nuklir yang dilakukan oleh Republik Demokratik Rakyat Korea. Ini adalah satu lagi pelanggaran terang-terangan resolusi Dewan Keamanan," ujarnya.

"Untuk ke lima kalinya dalam beberapa tahun terakhir, DPRK telah melanggar peraturan internasional tentang uji coba nuklir. Tindakan yang tidak dapat diterima ini membahayakan perdamaian dan keamanan di wilayah dan peringatan kuat lainnya mengenai kebutuhan mendesak untuk memperkuat peraturan Larangan Uji Coba Nuklir global. "

Ban mengatakan dia mengharapkan Dewan Keamanan untuk tetap bersatu dan mengambil tindakan yang tepat.

Uji coba nuklir Korea Utara yang mungkin terbesar itu terjadi ketika Obama sedang terbang kembali ke Washington dari lawatannya ke Asia. Ketika berada dalam pesawat Air Force 1, ia berbicara melalui telepon dengan Presiden Korea Selatan Park Geun-Hey dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Obama mengatakan mereka semua sepakat untuk menerapkan sanksi baru "untuk menunjukkan kepada Korea Utara bahwa ada konsekuensi atas tindakannya yang melanggar hukum dan berbahaya."

Ia juga menegaskan kembali tekad Amerika untuk membela sekutu-sekutunya di Asia timur laut melalui penggunaan sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korea Selatan untuk menangkis kemungkinan serangan rudal balistik. [sp/isa]

Indonesia Didesak Ubah Kebijakan Pemberantasan Narkoba

Kunjungan kenegaraan Presiden Filipina Rodrigo Duterte ke Indonesia telah menarik perhatian Koalisi Masyarakat Sipil Antihukuman Mati Asia Tenggara (CADPA), terutama karena kebijakan Duterte dalam memerangi narkotika di negaranya dipandang kejam.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga sudah mengecam pembunuhan di luar peradilan (extra judicial killing) terhadap para pemakai, pengedar, dan bandar narkotika di Filipina. Namun Duterte tegas meminta kedua pemimpin itu untuk tidak mencampuri kebijakan dalam negerinya.

Dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (9/9), Bernhard Ruben dari CADPA mengatakan, dua bulan setelah menjabat presiden, kebijakan pembunuhan extra judicial yang dijalankan Duterte dalam memerangi narkotika telah menewaskan 3.000 orang.

Bernhard menambahkan, CADPA juga mengecam pemberlakuan hukuman mati bagi narapidana kasus narkotika di Indonesia karena hanya menyasar pelaku-pelaku kecil, seperti kurir.

"Hukuman mati dan extra judicial killing secara ilmiah tidak pernah terbukti mengurangi angka penggunaan dan kejahatan narkotika. Seharusnya kedua negara mengalihkan perhatiannya dari segala upaya sifatnya represif dan punitif pada upaya-upaya pengurangan dampak buruk dari narkotika itu sendiri," ujarnya.

"Atas dasar itu kami meminta kepada pemerintah Indonesia dan Filipina untuk lebih serius menghentikan kejahatan dan bukan untuk menghentikan kehidupan itu sendiri."

Filipina, Indonesia Didesak Ubah Kebijakan Pemberantasan Narkoba

Direktur LBH Masyarakat Ricky Gunawan, yang juga tergabung dalam CADPA mengatakan, Filipina bukan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang melaksanakan extra judicial killing dalam memerangi narkotika. Pada tahun 2003, Thailand di bawah kepemimpin Perdana Menteri Thaksin Shinawatra juga memberlakukan hal serupa. Hasilnya, selama tiga bulan lebih dari 2.800 orang terbunuh.

Namun dari hasil investigasi pada 2007 ditemukan setengah dari 2.800 orang tewas itu tidak terkait dengan narkotika.

"Kami dari Koalisi mengecam keras tindakan Presiden Rodrigo Duterte tersebut dan menyampaikan solidaritas terhadap kawan-kawan masyarakat sipil di Filipina dan kami juga mengecam intensi pemerintah Indonesia, sebagaimana sudah diungkapkan oleh kepala (Badan Narkotika Nasional) BNN, Pak Budi Waseso untuk mengikuti gaya Filipina dalam menangani narkotika," katanya.

Seorang warga Jakarta bernama Ahmad kepada VOA mengatakan tidak setuju dengan kebijakan dijalankan Duterte, apalagi kalau hal serupa dilakukan di Indonesia.

"Kalau diterapin di Indonesia tidak bisa, tidak boleh diterapkan di Indonesia. Karena yang berhak menegakkan hukum itu adalah aparat hukum dalam hal ini kepolisian. Jadi yang harus diperbaiki adalah bagaimana polisi bisa bekerja profesional, tidak membela pengedar atau bandar-bandar besar. karena selama ini yang menjadi korban kurir-kurir," ujarnya. [em]

15 Tahun Pasca Serangan 11 September, Warga New York Hadapi Realitas yang Berubah

Menara World Trade Center di Manhattan, New York, 26 Agustus 2016
(REUTERS/Brendan McDermid).

Dalam kurun 15 tahun sejak serangan teroris 11 September, warga New York telah menyaksikan kebangkitan kawasan Lower Manhattan. Namun, konsep pembangunan kembali tersebut akan terus berlanjut jauh setelah proses konstruksi selesai. Para pengunjung dan warga kota itu merasa aman dewasa ini, namun bagi kebanyakan di antara mereka, pandangan mengenai kehidupan sehari-hari telah berubah selamanya.


Gedung World Trade Center yang baru terlihat menjulang di lokasi di mana menara kembar pernah berdiri. Gedung itu lebih tinggi dari yang sebelumnya dan menjadi simbol ketangguhan dan kekuatan kota itu. Meski pemulihan telah terjadi, baik warga setempat maupun turis sepakat: kota itu dan dunia telah berubah.

"Saya kira dunia secara keseluruhan tidak lebih aman dibanding masa lalu, saya kira justru lebih buruk," kata Chrester Johanssom, pengunjung dari Swedia.

"Ke mana pun saya pergi (di Amerika) saya merasa aman, namun, sayangnya, ini tidak bisa dirasakan di mana pun Anda berada," kata Narayan Ramakrishnan, pengunjung dari Australia.

Di Museum Tragedi 11 September, para pengunjung mengekplorasi pengaruh global serangan tahun 2001 itu sementara mengenang kembali peristiwa menyedihkan itu dan proses pemulihan kota tersebut.

Direktur museum tersebut, Alice Greenwald, mengatakan, pada peringatan tahun ini, kemajuan di kawasan tragedi yang kini dikenal sebagai Ground Zero itu tampak nyata.

"Menara-menara baru yang mengagumkan kini berdiri. Menara ketiga menjulang, ada pusat transportasi baru dan ada museum yang mencengangkan di tengah-tengahnya. Jadi, sekarang, ini merupakan tempat untuk mengenang masa lalu dan pusat kehidupan," jelas Alice Greenwald.

Namun, meski menara terakhir telah selesai didirikan, pembangunan akan terus berlanjut. 

Bagi mereka yang berada di New York saat tragedi 11 September 2001 berlangsung, kenangan kelam mereka tak juga pupus.

"Orang-orang yang bekerja di kawasan Lower Manhattan datang ke sekolah saya untuk menjemput anak-anak mereka. Tubuh mereka dibalut banyak perban," jelas Flora Mazzariello, seorang pensiunan guru.

"Saya ingat bau menyengat sewaktu naik kereta bawah tanah beberapa hari setelah tragedi itu namun tidak tahu bau apa itu. Saat itu ada toko-toko yang tutup karena makanan yang mereka jual sudah membusuk. Saya juga bertanya-tanya jangan-jangan bau yang tercium berasal dari mayat-mayat yang membusuk," kata Anthony Dixon, mantan warga New York.

Tidak jauh dari gedung World Trade Center kini ada taman yang terawat apik di lokasi bekas penjara. Warga New York, Betsy Randolp, menganggap itu sebagai sebuah metafora.

"Saya dikelilingi oleh keindahan dan kesuburan alam. Namun di balik semua itu ada sejarah masa lalu, dan kita telah melaluinya. Kita bisa bandingkan itu dengan tragedi 11 September dan keadaan pasca 11 September. Kita telah melaluinya." kata Betsy Randolp.

Meski ada keprihatinan, banyak warga New York yang melewati masa kelam kota itu sepakat mengenai satu hal: tidak ada tempat selain New York di mana mereka ingin tinggal. [ab/lt]

Presiden Joko Widodo: Persaingan Ekonomi Antarnegara Semakin Sengit

Presiden Joko Widodo memimpin Rapat Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta (9/9)
(Foto: Biro Pers Kepresidenan)
Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa persaingan antarnegara saat ini sangat sengit sehingga Indonesia harus dapat membangun keunikan yang sekaligus menjadi keunggulan untuk dapat bersaing dengan negara lainnya.

Untuk itu, para menteri harus segera menentukan arah perekonomian nasional, ujarnya dalam pengantar rapat kabinet paripurna perdana di Jakarta Jumat (9/9), usai kunjungan kerja menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dan ASEAN.

Presiden memaparkan kepada jajaran Kabinet Kerja bahwa persaingan antarnegara saat ini terlihat nyata, dengan semua negara berlomba-lomba meraih arus investasi dan modal yang masuk ke negaranya masing-masing.

"Dari pertemuan-pertemuan yang kita lakukan dengan kepala-kepala negara, kepala-kepala pemerintahan, baik di G20 maupun ASEAN Summit, sangat kelihatan sekali betapa sekarang ini persaingan antarnegara sangat sengit. Betapa nanti pertarungan antarnegara dalam hal perebutan kue ekonomi, baik berupa investasi, baik berupa arus uang masuk, arus modal, itu sangat sengit sekali," ujarnya.

"Kita harus menentukan apa yang akan menjadi core ekonomi kita, core business negara kita, Karena dengan itulah kita akan bisa membangun positioning kita. Kita bisa membangun diferensiasi kita, kita bisa membangun brand negara sehingga lebih mudah kita menyelesaikan persoalan-persoalan dan tanpa harus kita kejar-kejaran, apalagi kalah bersaing dengan negara lain."

Dari pertemuan KTT G20 di China, Presiden mengatakan ada gelombang revolusi industri baru dan ekonomi digital yang harus bisa diantisipasi oleh Indonesia.

"Dua hal penting yang menurut saya perlu diwaspadai yaitu adanya revolusi industri baru yang mulai digaungkan oleh negara-negara besar. Kita harus melihat peluang itu dan kita harus ambil peran," ujarnya.

"Bagaimana juga kita jangan sampai ditinggal. Yang kedua adalah, ekonomi digital. Kita harus secepatnya mengejar ini karena sekarang semua sudah berbicara mengenai ekonomi digital. Kita akan secepatnya mengikuti trend dunia ini agar tidak ditinggal."

Presiden Perintahkan Para Menteri Tentukan Arah Perekonomian

Sementara itu, terkait terorisme, Presiden mengatakan negara-negara anggota ASEAN memberi respon positif terkait penanganan terorisme di Indonesia. Dalam KTT ASEAN di Laos, Presiden sempat mempertanyakan efektivitas penanganan terorisme dengan hanya mengandalkan kekuatan militer semata.

"Ya mungkin berbeda ya penanganan di negara lain yang banyak menggunakan penegakan hukum dengan kekerasan. Nah kita ini punya penegakan ‘lunak’. Dengan cara pendekatan agama, dengan cara pendekatan budaya. Itu yang kita sampaikan bahwa sebetulnya ada kombinasi penggunaan pendekatan keras dan ada juga pendekatan lunak," katanya.

Meski demikian, Presiden memastikan bahwa pemerintah tetap akan melakukan penegakan hukum bila memang pendekatan lunak tidak membuat jera para pelaku terorisme.

"Kalau memang lunak sulit ya, kita lakukan penegakan hukum. Tapi dari proses yang mereka lihat di Indonesia, memang mereka lihat lebih memberikan hasil. Paling tidak, tidak memproduksi teroris semakin banyak. Mereka yang mengatakan itu sendiri," ujarnya.

Tom Hanks Eksplorasi Drama dan Trauma dalam 'Sully'

Ketika pilot US Airways mendaratkan pesawat yang rusak di Sungai Hudson di tengah musim dingin, menyelamatkan 155 orang di dalam pesawat, ia langsung dinobatkan sebagai pahlawan. Tapi bahkan pahlawan pun punya sisi rapuh dalam dirinya.

"Sully", film baru yang disutradarai Clint Eastwood, mengikuti kejadian setelah peristiwa luar biasa yang terjadi pada 15 Januari 2009, dimana Kapten Chesley "Sully" Sullenberger mendaratkan pesawat di Hudson setelah dua mesin pesawat Airbus A320-214 hancur akibat sekelompok burung.

Setelah pendaratan, Sully, yang dimainkan oleh Tom Hanks, dan ko-pilotnya Jeff Skiles (Aaron Eckhart), menghadapi penyelidikan panjang dari Badan Keselamatan Transportasi Nasional, yang mencoba menentukan apakah Sully dan Skiles telah membuat kesalahan, sehingga mempertaruhkan reputasi mereka.

Film tersebut menyoroti kelainan stress pasca-trauma yang dialami Sully sementara sekitarnya mengangkatnya menjadi pahlawan. Ia berkutat dengan mimpi-mimpi buruk berisi berbagai versi peristiwa pesawat menabrak gedung-gedung di New York, yang mengingatkan pada tragedi 9/11.

Meski tindakan Sullenberger luar biasa, Hanks mengatakan kepada Reuters bahwa luka jiwa sang kapten selama persidangan merupakan "pengalaman manusia yang bisa dirasakan banyak orang, karena semua orang pada titik tertentu telah dibangunkan oleh mimpi yang mengganggu kita." [hd]

Perancis Tangkap 3 Perempuan 'Radikal' Terkait Kemungkinan Serangan Terbaru


Polisi Perancis telah menangkap tiga tersangka perempuan yang diduga telah merencanakan serangan, sehubungan dengan ditemukannya sebuah mobil berisi enam tabung gas di Paris minggu ini.


Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve mengatakan tiga perempuan, berusia antara 19 dan 39 tahun, adalah orang-orang "fanatik radikal" yang sedang menyiapkan "kekerasan dan aksi baru".

Penangkapan itu adalah hasil penyelidikan terhadap mobil yang berisi tabung gas yang ditemukan di dekat katedral Notre Dame di Paris awal pekan ini. Pemilik mobil adalah ayah dari salah satu tersangka tersebut.

Salah satu perempuan ditembak saat penangkapan dan seorang polisi mengalami luka akibat tusukan pisau.

Sejak awal tahun 2015, lebih dari 200 orang tewas di Perancis dalam serangan teroris. Tahun ini saja, 260 penangkapan dilakukan di Perancis sehubungan dengan kegiatan teroris, kata Cazeneuve.

Seorang pegawai bar yang bekerja di dekat Notre Dame memberi tahu polisi pada hari Minggu setelah melihat tabung gas di tempat duduk bagian belakang mobil yang diparkir. Mobil itu tidak punya nomor plat dan lampunya kelap-kelip menyala.

Meskipun tabung gas di tempat duduk belakang itu kosong, lima tabung penuh ditemukan di bagasi mobil dan juga tiga botol solar. [sp/isa]

Pasukan Amerika Serikat Gagal Selamatkan Sandera di Afghanistan


Para pejabat pertahanan Amerika mengatakan, pasukan khusus AS di Afghanistan bulan lalu berusaha menyelamatkan dua profesor yang diculik dari Universitas Amerika di Kabul.


Pejabat pers Departemen Pertahanan Amerika Peter Cook mengatakan, misi penyelamatan itu telah disetujui oleh Menteri Pertahanan Ash Carter dan disahkan oleh presiden.

Para pejabat mengatakan misi itu tertunda satu hari karena ada pertanyaan tentang masalah intelijen dan apakah para para sandera, seorang Amerika dan Australia, berada di sana.

"Sayangnya, para sandera tersebut ternyata tidak berada di lokasi yang kami duga," kata Cook dan operasi itu tidak berhasil.

"Dalam misi itu, pasukan Amerika menewaskan sejumlah pasukan pihak lawan. Tidak ada warga Amerika atau warga sipil yang cedera."

Cook menolak memberikan rincian lebih lanjut tentang operasi itu "untuk melindungi keselamatan sandera dan keamanan operasi tersebut." [sp/isa]

Sebuah Parasit Diberi Nama Barack Obama


Presiden Amerika Barack Obama yang masa jabatannya hampir habis telah mendapat penghormatan baru. 


Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal Parasitologi mengungkapkan, para ilmuwan telah memberi nama Baracktrema Obamai pada sejenis parasit yang hidup dalam darah penyu.

Parasit yang tampak seperti rambut tipis, dan panjangnya lima sentimeter itu adalah sejenis cacing pita. 

Thomas Platt, profesor biologi yang baru pensiun dari Saint Mary’s College di Indiana yang memilih nama tadi mengatakan, pemberian nama itu adalah suatu penghormatan, bukan penghinaan.

Platt, yang menemukan dan menggunakan nama Obama untuk cacing pipih itu pada akhir karirnya sebelum pensiun, sebelumnya telah menemukan dan memberi nama 32 spesies baru.

Di antara jenis-jenis makhluk hidup itu ada yang diberinya nama ayah mertuanya, penasihat doktoralnya "dan orang-orang lain yang sangat saya hormati”.

"Ini adalah cara saya untuk menghormati presiden kita,'' kata Platt kepada kantor berita Associated Press.

Parasit biasanya mendapat nama buruk, tapi Platt mengatakan parasit yang satu ini mengingatkan dia pada presiden karena "Parasit ini panjang, tipis, dan hebat ''.

Platt mengatakan Baracktrema obamai "adalah organisme yang luar biasa tangguh. ''

Jenis cacing itu adalah keluarga jauh cacing pita yang dapat menyebabkan penyakit parah pada manusia, tetapi tidak membahayakan penyu. [sp/isa]

DPR Amerika Serikat Adalah

Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (bahasa Inggris: United States House of Representatives), bersama dengan Senat Amerika Serikat (bahasa Inggris: US Senate), adalah salah satu dari dua kamar pada Kongres Amerika Serikat. Masing-masing negara bagian diwakili dalam Dewan Perwakilan secara proporsional sesuai dengan jumlah penduduknya, namun masing-masing negara bagian sekurang-kurangnya mempunyai seorang Anggota Perwakilan. Jumlah seluruh Anggota Perwakilan saat ini ditetapkan 435 orang oleh Undang-Undang Pembagian (Apportionment Act) Tahun 1911, meskipun Kongres dapat meningkatkan jumlah itu. Masing-masing Anggota Dewan menjabat selama dua tahun dan dapat dipilih kembali untuk waktu yang tidak terbatas. Ketua Dewan disebut Speaker.

Konsep kongres dua kamar berasal dari keinginan para Bapak Pendiri Amerika Serikat untuk menciptakan sebuah "dewan perwakilan rakyat" yang sedapat mungkin menyerupai dan mengikuti pendapat umum, dibandingkan dengan Senat yang lebih diwarnai oleh perdebatan, yang lebih terdidik dan berhati-hati yang tidak begitu dipengaruhi oleh dorongan sentimen massa. Umumnya Dewan ini disebut "majelis rendah", dan Senat sebagai "majelis tinggi", meskipun Konstitusi AS tidak menggunakan istilah seperti itu. Konstitusi mensyaratkan bahwa persetujuan kedua dewan ini diperlukan agar suatu rancangan undang-undang dapat disetujui.

Keanggotaan

Setiap negara bagian Amerika Serikat mempunyai dua orang anggota DPRyang mempunyai masa jabatan 6 tahun, dan dapat dipilih kembali tanpa batas. Karena Pemilu AS diselenggarakan setiap dua tahun (setiap bulan November tahun genap), setiap kursi anggota DPR akan habis masanya setiap 3 kali pemilihan.

Komposisi

Saat ini, DPR Amerika Serikat terdiri dari 435 anggotanya.
     Mayoritas parlemen

TahunPartai Politik
DemokratRepublikIndependen
20002122212
20022042291
20042022321
2006233202-
2008178257-
20101922403
2012
https://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Perwakilan_Rakyat_Amerika_Serikat

DPR AS Adakan Voting untuk Tuntut Arab Saudi soal Serangan 9/11

DPR Amerika Serikat hari Jumat (8/9) akan mengadakan pemungutan suara atas sebuah RUU yang akan memungkinkan keluarga korban serangan 11 September 2001 untuk menuntut pemerintah Arab Saudi yang dituduh mendukung teroris.

Harian Washington Post, mengutip seorang pembantu pimpinan Partai Republik mengatakan, RUU itu kemungkinan akan disahkan menjelang peringatan 15 tahun serangan 11 September di Amerika.

Kalau diloloskan oleh DPR, RUU itu akan diserahkan kepada Presiden Barack Obama untuk ditanda-tangani atau diveto.

RUU itu telah disetujui oleh Senat bulan Mei lalu. RUU itu didorong oleh keluarga para korban yang berharap bisa menuntut pejabat-pejabat Arab Saudi yang sejak lama dicurigai mendukung badan-badan amal dan organisasi yang punya hubungan dengan kelompok teroris.

Gedung Putih sejak lama telah menolak RUU seperti itu karena khawatir akan merusak hubungan Amerika dan Arab Saudi dan menciptakan preseden yang bisa membahayakan para pejabat Amerika yang bertugas di luar negeri.

Pemerintah Saudi sendiri sejak lama telah membantah tuduhan-tuduhan itu dan berusaha keras untuk menggagalkan RUU tadi. [ii/sp]


Cara Potong Sapi; Cepat & Mudah

Pengadilan Sri Lanka Beri Vonis Hukuman Mati Kepada Mantan Anggota DPR

Pengadilan Sri Lanka hari Kamis (8/9) menjatuhkan hukuman mati kepada seorang mantan anggota DPR dan empat orang yang diduga kaki-tangannya atas pembunuhan seorang politisi saingan dalam satu serangan terkait Pemilu lima tahun lalu.

Duminda Silva dan empat lainnya didakwa menembak mati Bharatha Lakshman Premachandra dan tiga pendukungnya.

Kasus itu luas diikuti karena Silva dianggap favorit mantan orang kuat negara itu, Mahinda Rajapaksa. Silva diyakini dilindungi oleh Rajapaksa dan diterbangkan ke luar negara itu segera setelah pembunuhan itu, tampaknya untuk mengobati luka yang diderita akibat perselisihan itu.

Hukuman terhadapnya juga dianggap sebagai tanda kembalinya independensi peradilan, yang sangat dipengaruhi oleh Rajapaksa sebelum ia kalah dalam Pemilu tahun lalu.

Pengacara terdakwa mengatakan, mereka akan mengajukan banding atas hukuman itu.

Silva dan lainnya kemungkinan tidak dieksekusi tetapi dijatuhi hukuman penjara yang lama karena Sri Lanka sudah mempunyai moratorium mengenai pelaksanaan hukuman mati sejak tahun 1976. [ka/al]

Cendekiawan Suryaatmadja; Anak Indonesia Usia 12 Tahun Masuk Universitas Waterloo di Kanada

Seperti anak-anak umur 12 tahun lainnya, Cendikiawan "Diki" Suryaatmadja sedang bersiap-siap memasuki tahun ajaran baru.

Namun tidak seperti anak umur 12 tahun lainnya, Diki akan mempelajari ilmu fisika dan mengikuti pelajaran tambahan dalam matematika, ilmu kimia dan ilmu ekonomi di Universitas Waterloo di Ontario, Kanada, kata para pejabat sekolah. Dia adalah satu dari anak-anak pra-remaja yang jumlahnya terus bertambah, yang masuk universitas.

"Saya sangat senang bertemu dengan siswa-siswa baru dan mendapat teman baru," kata remaja itu dalam sebuah wawancara dengan CBC News.

Diki, yang berasal dari Jawa Barat, akan tinggal bersama ayahnya di sebuah apartemen dekat universitas itu, sambil menyelesaikan pendidikannya. Anak laki-laki itu belajar sendiri bahasa Inggris dalam waktu kurang lebih enam bulan ketika tinggal di Singapura, membaca artikel dalam bahasa Inggris dan menonton film berbahasa Inggris yang dilengkapi dengan dengan teks terjemahan, khususnya film-film komedi.

"Sedikit demi sedikit, melalui osmosis, kita dapat belajar bahasa," katanya kepada CBC.

Universitas Cornell di New York juga menyambut mahasiswa tahun pertama berusia 12 tahun, Jeremy Shuler, minggu ini.

Statistik pendaftaran selama abad terakhir menunjukkan penurunan umur siswa yang semakin rendah ketika memulai pelajaran di tingkat universitas.

Anak Amerika, Michael Kearney, yang lahir pada tahun 1984, adalah mahasiswa termuda yang lulus dengan gelar sarjana, pada usia delapan tahun. Dia kemudian memberikan kuliah di perguruan tinggi ketika masih berusia belasan tahun. [sp/isa]

Pejabat HAM PBB [Zeid Ra'ad al-Hussein] Samakan Taktik Trump dengan ISIS

Berbicara hari Senin (8/5) pada konferensi mengenai keamanan dan keadilan di Den Haag, Zeid Ra'ad al-Hussein mengatakan bahwa ketergantungan mereka pada "kebenaran yang separuh-separuh dan terlalu menggampangkan persoalan" merupakan taktik komunikasi yang digunakan oleh kelompok ekstremis ISIS dalam propagandanya.  "Jangan salah, jelas bahwa saya tidak menyamakan tindakan para tokoh nasionalis tersebut dengan ISIS yang jahat, memuakkan, dan ISIS harus diadili, tetapi dalam modus komunikasinya, penggunaan kebenaran yang setengah-setengah dan penyederhanaan berlebihan, propaganda ISIS menggunakan taktik yang mirip dengan yang digunakan orang-orang populis dan memang keduanya saling memanfaatkan satu sama lain, tidak akan memperluas pengaruhnya tanpa tindakan satu sama lain," ungkap al-Hussein.  Zeid Ra'ad al-Hussein mengatakan, "Rumusnya sederhana: membuat orang, yang memang sudah gelisah, merasa sangat tidak enak, dan kemudian menekankan bahwa semua itu karena sebuah kelompok, yang ada di dalam, di luar dan mengancam.”   ”Kemudian membuat orang yang diajak bicara merasa enak dengan menawarkan apa yang mereka inginkan, tetapi menjanjikan tindakan yang sangat tidak adil terhadap orang lain," ujar al-Hussein.  Al-Hussein mengarahkan komentarnya pada Wilders, yang pada akhir Agustus mengeluarkan manifesto, yang antara lain menyerukan larangan Belanda menerima imigran dari negara-negara Muslim, menutup masjid dan sekolah Islam serta melarang al-Qur’an. Wilders menanggapi pernyataan tersebut dengan menyebut Zeid Ra'ad al-Hussein sebagai idiot dan PBB suatu "badan yang aneh".  Al-Hussein menyerukan orang untuk "angkat bicara dengan lantang" dengan mengatakan bahwa kata-kata Wilders kini tidak banyak menarik reaksi, tetapi "akan menciptakan kemarahan di seluruh dunia" satu dasawarsa lalu.  Perbandingan terhadap ISIS yang dilakukan Zeid Ra'ad al-Hussein mengenai Wilders dan Trump juga mencakup politisi Perancis, Marine Le Pen, politisi Inggris, Nigel Farage, Viktor Orban dari Hungaria, Norbert Hofer dari Austria, Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico , dan Presiden Ceko, Milos Zeman. [ps/ds]Berbicara hari Senin (8/5) pada konferensi mengenai keamanan dan keadilan di Den Haag, Zeid Ra'ad al-Hussein mengatakan bahwa ketergantungan mereka pada "kebenaran yang separuh-separuh dan terlalu menggampangkan persoalan" merupakan taktik komunikasi yang digunakan oleh kelompok ekstremis ISIS dalam propagandanya.

"Jangan salah, jelas bahwa saya tidak menyamakan tindakan para tokoh nasionalis tersebut dengan ISIS yang jahat, memuakkan, dan ISIS harus diadili, tetapi dalam modus komunikasinya, penggunaan kebenaran yang setengah-setengah dan penyederhanaan berlebihan, propaganda ISIS menggunakan taktik yang mirip dengan yang digunakan orang-orang populis dan memang keduanya saling memanfaatkan satu sama lain, tidak akan memperluas pengaruhnya tanpa tindakan satu sama lain," ungkap al-Hussein.

Zeid Ra'ad al-Hussein mengatakan, "Rumusnya sederhana: membuat orang, yang memang sudah gelisah, merasa sangat tidak enak, dan kemudian menekankan bahwa semua itu karena sebuah kelompok, yang ada di dalam, di luar dan mengancam.” 

”Kemudian membuat orang yang diajak bicara merasa enak dengan menawarkan apa yang mereka inginkan, tetapi menjanjikan tindakan yang sangat tidak adil terhadap orang lain," ujar al-Hussein.

Al-Hussein mengarahkan komentarnya pada Wilders, yang pada akhir Agustus mengeluarkan manifesto, yang antara lain menyerukan larangan Belanda menerima imigran dari negara-negara Muslim, menutup masjid dan sekolah Islam serta melarang al-Qur’an. Wilders menanggapi pernyataan tersebut dengan menyebut Zeid Ra'ad al-Hussein sebagai idiot dan PBB suatu "badan yang aneh".

Al-Hussein menyerukan orang untuk "angkat bicara dengan lantang" dengan mengatakan bahwa kata-kata Wilders kini tidak banyak menarik reaksi, tetapi "akan menciptakan kemarahan di seluruh dunia" satu dasawarsa lalu.

Perbandingan terhadap ISIS yang dilakukan Zeid Ra'ad al-Hussein mengenai Wilders dan Trump juga mencakup politisi Perancis, Marine Le Pen, politisi Inggris, Nigel Farage, Viktor Orban dari Hungaria, Norbert Hofer dari Austria, Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico , dan Presiden Ceko, Milos Zeman. [ps/ds]

9 Pekan Jelang Pilpres AS, Persaingan Trump-Clinton Makin Ketat


Jajak pendapat CNN/ORC hari Selasa (9/5) menunjukkan Donald Trump, milyarder real-estat yang untuk pertama kali mencalonkan diri sebagai presiden, unggul tipis atas saingannya dari Partai Demokrat, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton, dengan selisih 45 banding 43 persen. Namun, berbagai jajak pendapat yang disusun oleh realclearpolitics.com menunjukkan Clinton unggul tiga persen.  Clinton, yang berupaya menjadi perempuan pertama yang menjadi presiden Amerika, sempat unggul delapan persen atas Trump, yang pernah menjadi pembawa acara realita televisi, tidak lama setelah keduanya dinominasikan sebagai calon presiden dalam konvensi nasional partai Demokrat dan Republik Juli lalu.  Tetapi lonjakan dukungan yang didapat keduanya dari konvensi masing-masing partai tampaknya kini menguap. Hasil jajak pendapat di seluruh Amerika menunjukkan di tiap-tiap negara bagian tingkat dukungan bagi keduanya seringkali hampir sama, terutama di sekitar 10 negara bagian yang dianggap medan pertempuran Pemilu di mana hasil pemilihan pada 8 November sulit diprediksi.  Pemenang pilpres akan menggantikan Presiden Barack Obama yang habis masa jabatannya Januari tahun depan.  Pemilihan presiden Amerika tidak ditentukan oleh suara rakyat secara nasional melainkan oleh dewan pemilih ke-50 negara bagian. Jumlah anggota dewan pemilih tiap negara bagian disesuaikan berdasarkan jumlah penduduk.  Jajak pendapat Washington Post/Survey Monkey hari Selasa menunjukkan, jajak pendapat besar-besaran terhadap 74 ribu pemilih terdaftar dalam tiga minggu terakhir Agustus menunjukkan Clinton unggul dalam suara dewan pemilih karena ia menang di negara-negara bagian berpenduduk lebih banyak.  Koran the Washington Post mengatakan Clinton, istri mantan Presiden Bill Clinton, unggul empat persen atau lebih atas Trump di 20 negara bagian, menambah sampai 244 dari 270 suara dewan pemilih yang ia perlukan untuk menjadi presiden ke-45 Amerika. Trump juga unggul dengan margin yang sama di 20 negara bagian, tetapi karena mereka umumnya negara bagian berpenduduk sedikit, ia hanya memperoleh tambahan sampai 126 suara dewan pemilih.  Harian itu mengatakan, di 10 negara bagian yang tersisa, dengan 168 suara dewan pemilih, tidak seorang pun calon unggul empat persen atau lebih. [ka/ds]
Jajak pendapat CNN/ORC hari Selasa (9/5) menunjukkan Donald Trump, milyarder real-estat yang untuk pertama kali mencalonkan diri sebagai presiden, unggul tipis atas saingannya dari Partai Demokrat, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton, dengan selisih 45 banding 43 persen. Namun, berbagai jajak pendapat yang disusun oleh realclearpolitics.com menunjukkan Clinton unggul tiga persen.


Clinton, yang berupaya menjadi perempuan pertama yang menjadi presiden Amerika, sempat unggul delapan persen atas Trump, yang pernah menjadi pembawa acara realita televisi, tidak lama setelah keduanya dinominasikan sebagai calon presiden dalam konvensi nasional partai Demokrat dan Republik Juli lalu.

Tetapi lonjakan dukungan yang didapat keduanya dari konvensi masing-masing partai tampaknya kini menguap. Hasil jajak pendapat di seluruh Amerika menunjukkan di tiap-tiap negara bagian tingkat dukungan bagi keduanya seringkali hampir sama, terutama di sekitar 10 negara bagian yang dianggap medan pertempuran Pemilu di mana hasil pemilihan pada 8 November sulit diprediksi.

Pemenang pilpres akan menggantikan Presiden Barack Obama yang habis masa jabatannya Januari tahun depan.

Pemilihan presiden Amerika tidak ditentukan oleh suara rakyat secara nasional melainkan oleh dewan pemilih ke-50 negara bagian. Jumlah anggota dewan pemilih tiap negara bagian disesuaikan berdasarkan jumlah penduduk.

Jajak pendapat Washington Post/Survey Monkey hari Selasa menunjukkan, jajak pendapat besar-besaran terhadap 74 ribu pemilih terdaftar dalam tiga minggu terakhir Agustus menunjukkan Clinton unggul dalam suara dewan pemilih karena ia menang di negara-negara bagian berpenduduk lebih banyak.

Koran the Washington Post mengatakan Clinton, istri mantan Presiden Bill Clinton, unggul empat persen atau lebih atas Trump di 20 negara bagian, menambah sampai 244 dari 270 suara dewan pemilih yang ia perlukan untuk menjadi presiden ke-45 Amerika. Trump juga unggul dengan margin yang sama di 20 negara bagian, tetapi karena mereka umumnya negara bagian berpenduduk sedikit, ia hanya memperoleh tambahan sampai 126 suara dewan pemilih.

Harian itu mengatakan, di 10 negara bagian yang tersisa, dengan 168 suara dewan pemilih, tidak seorang pun calon unggul empat persen atau lebih. [ka/ds]

Pesawat Juno Berhasil Ambil Gambar Kutub Planet Yupiter


Gambar-gambar baru kutub utara Yupiter yang diambil oleh Juno, penyidik antariksa NASA, menunjukkan aktivitas cuaca dan badai "yang berbeda dari yang dilihat sebelumnya di planet-planet raksasa gas manapun dalam sistem tata surya kita."

Gambar-gambar itu diambil dalam masa pertama dari 36 penerbangan Juno pada orbit Yupiter, 27 Agustus lalu, ketika penyidik itu hanya berjarak 4.200 kilometer di atas awan planet tersebut.

Selain gambar-gambar, beragam instrumen ilmiah Juno juga mengumpulkan data tentang Yupiter. Misalnya, Jovian Infrared Auroral Mapper atau JIRAM memungkinkan peneliti mengintip ke balik awan Yupiter.

Jovian Infrared Auroral Mapper atau JIRAM di balik awan Yupiter

Instrumen lain merekam "transmisi yang terdengar seperti suara hantu" dari raksasa gas itu. Suara-suara itu telah diketahui ada sejak tahun 1950-an, tetapi penerbangan Juno di orbit Yupiter memungkinkan peneliti menyelidikinya lebih lanjut.

"Yupiter berbicara kepada kita dengan cara yang hanya bisa dilakukan raksasa gas," ujar Bill Kurth, peneliti kedua instrumen gelombang dari Universitas Iowa di Iowa City. [ka/ds]